Kecamatan Ujung Pandang Gencarkan Gerakan Zero Sampah di Pulau Lae-Lae

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat hingga ke wilayah kepulauan.

Kali ini, edukasi pemilahan sampah dan aksi bersih lingkungan digelar di kawasan pesisir RW 003, Kelurahan Lae-Lae, Jumat (17/7/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap program Makassar Zero Waste.

“Dalam rangka mendukung program Makassar Zero Waste dan mewujudkan lingkungan yang bersih serta sehat, kami melakukan kegiatan Gerakan Zero Sampah di Wilayah RW 003 Kelurahan Lae-Lae pada Jumat, 17 Juli 2026,” ujar Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar.

Kegiatan tersebut melibatkan Ketua RT/RW, aparat Kecamatan Ujung Pandang, staf Kelurahan Lae-Lae, masyarakat setempat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Nanin Sudiar mengatakan, edukasi pengelolaan sampah di wilayah pulau menjadi sangat penting mengingat keterbatasan lahan serta posisi Lae-Lae yang berada di kawasan pesisir sehingga sangat rentan terhadap pencemaran laut akibat sampah.

“Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengurangan sampah,” tuturnya.

“Karena itu, warga diberikan pemahaman agar mulai memilah sampah sejak dari rumah sebelum diangkut ke tempat pengolahan,” sambung ibu Camat.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diedukasi untuk memisahkan sampah ke dalam tiga kategori utama.

Pertama, sampah organik berupa sisa makanan dan dedaunan yang dapat diolah menjadi kompos. Kedua, sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan botol yang memiliki nilai ekonomi melalui proses daur ulang atau disetorkan ke bank sampah. Ketiga, sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Selain itu, warga juga diberikan edukasi mengenai dampak buruk penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan, khususnya ancaman mikroplastik bagi ekosistem laut dan biota pesisir.

Masyarakat juga diperkenalkan cara sederhana mengolah sampah organik menjadi pupuk yang ramah lingkungan.

Edukasi tersebut menjadi semakin relevan seiring kebijakan baru Pemerintah Kota Makassar yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026, di mana Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa hanya akan menerima sampah residu.

Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah Kota Makassar dari metode open dumping menuju sanitary landfill yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengambilan sampah dari rumah-rumah warga.

“Sampah yang terkumpul kemudian kita pilah berdasarkan jenisnya, ditimbang, sebelum dilanjutkan dengan aksi bersih lingkungan di kawasan pesisir,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah di pulau semakin meningkat kedaran sehingga dapat menjaga kebersihan.

Dari hasil penimbangan di pulau Lae-lae, total sampah yang berhasil dipilah mencapai 353,1 kilogram.

Rinciannya, sampah anorganik menjadi jenis yang paling banyak dikumpulkan dengan total 335,1 kilogram, terdiri atas 97,5 kilogram cup plastik, 167,6 kilogram botol plastik, 65 kilogram kardus, 2 kilogram aluminium, dan 3 kilogram kaleng minuman.

Sementara itu, sampah organik mencapai 10,1 kilogram, terdiri atas 3,6 kilogram organik kering dan 6,5 kilogram organik basah.

“Adapun sampah residu yang tidak dapat didaur ulang tercatat sebanyak 7,9 kilogram,” ungkapnya.

Nanin menegaskan, fokus utama Gerakan Zero Sampah bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Dengan demikian, sampah yang berpotensi mencemari pesisir dan laut dapat ditekan semaksimal mungkin.

Ia berharap RW 003 Kelurahan Lae-Lae dapat menjadi kawasan percontohan dalam implementasi program Zero Sampah di wilayah kepulauan Kota Makassar.

Menurutnya, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran bersama untuk mengelola sampah secara mandiri.

“Mari terus bergerak bersama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang,” tutup Nanin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maros SULSEL TNI / POLRI

Panen Raya Bersama Presiden RI, Pangdam XIV/Hsn Tegaskan Sulsel Tetap Kokoh sebagai Lumbung Pangan Nasional

MAROS, EDELWEISNEWS.COM – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengikuti Panen Raya TNI dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Video Conference (Vicon), yang dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Pangdam XIV/Hsn sendiri […]

Read more
Makassar SULSEL

Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Nasional, Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Peresmian UNIQLO Neighborhood Collaboration

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri peresmian UNIQLO Neighborhood Collaboration di UNIQLO Store, Trans Studio Mall Makassar, Jumat (17/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Arlin Ariesta. Program UNIQLO Neighborhood Collaboration merupakan bentuk kerja sama antara UNIQLO Indonesia, Pemerintah Kota Makassar, dan […]

Read more
Makassar SULSEL

Sekda Makassar Tegaskan Hibah KONI Sah, Rasionalkan Dasar Hukum dan Mekanismenya

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly NandaNmeluruskan berbagai informasi yang berkembang terkait alokasi dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar. Sekda yang memang bertindak sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menegaskan, pemberian anggaran kepada KONI dilakukan secara legal, sah, dan telah melalui seluruh mekanisme yang diatur dalam […]

Read more