Desa Tanpa Solusi, Pemuda Bontonyeleng Merespon Agustus Tanpa Dana Desa

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di tengah gegap gempita kemerdekaan yang seharusnya dirayakan dengan semarak, Desa Bontonyeleng, Kabupaten Bulukumba, justru terperosok dalam kegelapan. Tidak ada kegiatan 17 Agustus, tidak ada dukungan bagi pemuda, dan yang tersisa hanyalah kecewa yang menggumpal.

Sanggar Seni Budaya Batugarumbing (SSB) berdiri di barisan depan menyuarakan keresahan. Ketua umum mereka, Muh. Alif Dermawan, menuding pemerintah desa abai.

“Hari ini desa hanya melihat kelompok tertentu, bukan masyarakat secara keseluruhan. Janji untuk mendukung pemuda hanyalah kata-kata yang disembunyikan di balik kata nanti,” ujarnya.

Kekecewaan itu berhadapan dengan jawaban dingin dari Kepala Desa Bontonyeleng, Opu, yang berkisah. “Kita tidak punya dana tahun ini. Pemerintah desa kesulitan mengeluarkan anggaran untuk kegiatan,” ujarnya.

Tetapi, dalih “tak ada dana” bagi pemuda, sesungguhnya adalah pengunci pintu. Pemuda kehilangan ruang untuk berkarya, desa kehilangan nyawa yang mestinya datang dari semangat generasi muda. Bukankah dana desa diperuntukkan bagi pembangunan dan pemberdayaan, termasuk pemuda?

Kini, pertanyaan menggantung di udara: kemana dana itu mengalir? Mengapa pemuda dibiarkan terjebak dalam sunyi?

Meski diabaikan, SSB Batugarumbing tidak memilih diam. Mereka berikrar tetap menggelar kegiatan pada 31 Agustus — bukan dengan anggaran desa, melainkan hasil patungan sesama pemuda.

“Kami ingin membuktikan bahwa pemuda bisa berkarya tanpa pemerintah desa,” tegas Alif.

Sejarah mencatat, desa yang menutup pintu bagi pemuda sedang menggali lubang bagi masa depannya sendiri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Makassar SULSEL

Industri Musik di Makassar : Dari WR Soepratman, Ho Eng Djie, hingga Ridwan Sau

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Industri rekaman di Makassar memiliki sejarah yang panjang. Kita mesti melacaknya sejak aktivitas rekam-merekam musik yang diyakini sudah ada di Indonesia, khususnya di Batavia dan Surabaya, sejak zaman kolonial Belanda. Gramafon Columbia serta peralatan studio rekaman yang dibawa ke Hindia Belanda awal abad ke-20, dianggap sebagai […]

Read more
Makassar SULSEL

Konservasi RTH TPA Tamangapa Berlanjut, Wali Kota Makassar dan Kapolda Sulsel Tanam 100 Tabebuya

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM —Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mendorong penataan kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, menuju kawasan ruang terbuka hijau (RTH) atau hutan kota melalui program penghijauan. Langkah pemulihan lahan tersebut didorong Pemkot Makassar usai TPA Tamangapa sukses dibenahi dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill. Kali ini, Pemkot Makassar berkolaborasi dengan […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Doorstop Ditreskrimum Polda Sulsel, Tersangka HT Diperiksa dalam Kasus Dugaan Manipulasi Data Kependudukan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – ÀDirektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Selatan terus mendalami kasus dugaan perubahan elemen data kependudukan yang melibatkan tersangka berinisial HT. Perkembangan penanganan perkara tersebut disampaikan dalam kegiatan doorstop yang berlangsung di Mapolda Sulsel, Kamis (5/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit 2 Hardabangtah Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Eka Wira Dharma Sibarani, didampingi Plt. […]

Read more