Gubernur Minta BRI Perhatikan Nasib Petani dan Nelayan

BANTAENG, EDELWEISNEWS.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah meresmikan gedung baru BRI Cabang Bantaeng, Senin (9/3/ 2020). 

Pada kesempatan itu Gubernur Sulsel meminta agar Bank Rakyat Indonesia memperhatikan nasib petani dan nelayan, karena kemiskinan masih ada di daerah pesisir. 

BRI harus mempermudah pinjaman petani, nelayan, dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di semua daerah, khususnya di Bantaeng. 

“Saya berharap BRI memback-up saudara-saudara kita yang ada di pesisir. Karena angka kemiskinan masih berada di saudara-saudara kita di pesisir,” kata Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah juga berharap, dengan peresmian kantor baru BRI Cabang Bantaeng, menjadi semangat untuk melayani dan terus maju mendukung perekonomian Sulsel. Apalagi, dengan perekonomian dunia yang sedang carut marut, ditambah lagi dengan wabah virus corona, hampir 162 negara sudah terjangkit. 

“Saya berharap BRI maju terus. Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan selamat atas pembukaan kantor baru ini,” ucapnya. 

Sementara Direktur Jaringan dan Layanan BRI, Ahmad Solichin Lutfjyanto mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sulsel atas kesediaan waktunya meresmikan gedung baru BRI Cabang Bantaeng ini. 

Ahmad Solichin mengaku, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sulsel terus melejit, BRI sudah lama menjalankan program kemitraan dengan jumlah kantor se-Sulsel mencapai 400 unit, dan ribuan perwakilan BRI di pedesaan. 

“Kami sangat yakin program ini didukung Bapak Gubernur, dan kami sangat mendukung kemajuan dan perkembangan ekonomi masyarakat Sulsel dengan mengembangkan konsep kemitraan,” jelasnya. 

Selain itu, BRI juga mendapatkan dukungan dari Bupati Bantaeng, H Ilham Syah Azikin. Ia mengaku, dengan kehadiran BRI di Bantaeng, tentunya sangat mendukung pertumbuhan ekonomi baru masyarakat Bantaeng. 

“Kami berharap kehadiran BRI Bantaeng untuk memberikan bantuan pinjaman kepada masyarakat Bantaeng. Keberadaan BRI di pelosok sangat membantu masyarakat di desa-desa,” tutupnya. (*)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more
Makassar SULSEL

ASU PANTING : Rumah Buku SaESA Ajak Publik Menelusuri Ketakutan yang Diwariskan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah Parakang berhasil memancing banyak percakapan tentang ketakutan yang hidup di tengah masyarakat, Rumah Buku SaESA kembali membuka Open Submission Gelar Zine dengan tema yang masih berjalan di lorong yang sama: ketakutan, mitos, dan cerita yang diwariskan tanpa pernah benar-benar diperiksa. Tema itu bernama: Asu Panting. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam […]

Read more
Makassar SULSEL

Penertiban Pallubasa Serigala Jadi Bukti Ketegasan Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Fasum

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mamajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan aturan pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) secara adil tanpa pandang bulu. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penertiban terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum, termasuk lapak tenda Pallubasa Serigala di Jalan Serigala, […]

Read more