Kadis PPPA Berharap 153 Shelter Warga di Makassar Berperan Aktif

MAKASSAR,EDELWEISNEWS.COM – Hasil asessment Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama ECPAT Indonesia, menyebutkan jika tahun 2018 masih ada desa/kelurahan yang menunjukkan masih adanya kerentanan anak terpapar konten pornografi.

Yang perlu diketahui, apabila terpapar pornografi, perkembangan psikis anak akan terganggu. Secara umum kondisi anak yang terpapar pornografi di Indonesia sudah memprihatinkan.

Sebab, sekitar 65 % anak di Indonesia telah memiliki gawai. Yang membuat miris, catatan tahun 2016 per hari ada sekitar 25.000 aktifitas pengunduhan maupun pengunggahan konten pornografi anak di internet berasal dari Indonesia. Maka bisa dibayangkan sangat banyak anak yang akan terancam tumbuh kembangnya akibat pornografi.

Untuk mengatasi hal tersebut, tahun 2019 kelurahan dan desa sudah menerapkan atau mensosialisasikan terkait bahaya bebas pornografi terhadap anak. Salah satu caranya dengan mendirikan shelter warga. Shelter ini merupakan gerakan masyarakat yang terkoordinasi di tingkat kelurahan untuk berpartisipasi terhadap pemenuhanan hak anak, perlindungan, pencegahan serta pelayanan kasus bagi perempuan dan anak.

Alamsyah selaku Sekcam Makassar mengaku sangat mendukung penuh program yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak tersebut.

Menurutnya, lebih baik mencegah sejak dini dengan melibatkan peran serta masyarakat. “Kapasitas shelter P2TP2A yang terbatas, harus dibangun agar 14 kelurahan di Kecamatan Makassar dapat menjadi contoh yang baik dalam mendukung program pemerintah pusat tersebut,” ujar Alamsyah.

“Dalam waktu dekat Pemerintah Kecamatan Makassar akan melakukan koordinasi bersama warga, Ketua RT RW, tim shelter bersama pihak kepolisian dan tokoh masyarakat dalam menjalankan program tersebut,” imbuh Alamsyah saat menerima tim shelter Kelurahan Maccini Parang di ruang kerjanya pekan lalu.

D tempat terpisah Kepala Dinas PPPA Kota Makassar, Hj. Tenri A. Pallalo mengatakan, dasar hukum dari shelter warga sangat jelas diatur dalam UU No.32/2014 tentang Pemerintahan Daerah dan juga UU.No 35/2014 tentang Perlindungan Anak serta UU No.23/2014 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Kami dari DPPPA sudah menyiapkan rumah aman sebagai tempat penitipan bagi penanganan korban kekerasan selama 24 jam. Kami berharap tim shelter di 153 kelurahan dari 15 kecamatan di Kota Makassar aktif berperan dalam hal ini. Namun ada juga beberapa shelter warga yang belum aktif menjalankan program tersebut,” ungkap Tenri. 

Penulis : Ayyub

Editor. : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Jaga Lingkungan, Manggala Perkuat Sinergi Tangani Sampah hingga Tapal Batas

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Kecamatan Manggala terus mengintensifkan upaya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pelaksanaan program Wali Kota Makassar. Berbagai langkah konkret dilakukan, mulai dari kerja bakti rutin, pembersihan saluran air, hingga penanganan sampah di titik-titik rawan. “Menjalankan program kebersihan wilayah sesuai arahan Pak Wali Kota, kami di Kecamatan […]

Read more
Makassar SULSEL

Janji Munafri Terbukti, 40 Lampu Solar Cell Terpasang di Wilayah Kepulauan, Kapal Menyusul

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Pemerintah Kota Makassar, berkomitmen menghadirkan pembangunan yang merata. Tak hanya menyasarndi wilayah daratan, tetapi juga hingga ke kawasan pemukiman di kepulauan yang selama ini kerap luput dari sentuhan infrastruktur dasar. Komitmen itu bukan sekadar jargon, di wilayah […]

Read more
Makassar SULSEL

Tingkatkan Literasi di Sekolah, SD Inpres Buttatianang II Makassar Bangun Kolaborasi PTK dan Tenaga Perpustakaan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Seluruh Pendidik dan Tenaga Pendidikan (PTK), Tenaga Perpustakaan dan Perwakilan Orang Tua Siswa di SD Inpres Buttatianang II Makassar berkumpul mengikuti kegiatan Sosialisasi Peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan perpustakaan pada hari Sabtu (18 April 2026). Sosialisasi menghadirkan Pustakawan dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tulus Wulan Juni. Kepala Sekolah, Ilyanti Hasirah Nurgas dalam […]

Read more