Komunitas Koma Jip Dipercaya Rekrut Peserta Magang Mandiri

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Komunitas Mandiri Jurusan Ilmu Perpustakaan (Koma Jip) mulai tahun ini dipercaya sebagai mitra eksternal untuk merekrut peserta Magang Mandiri Inovasi Dinas Perpustakaan Makassar. Dua Tahun sebelumnya peserta Magang Mandiri langsung direkrut dan langsung mengikuti Magang di Perpustakaan Umum Kota Makassar. Mulai tahun ini mereka akan melalui komunitas terlebih dahulu sebagai wadah dan tempat menerima pembekalan sebelum masuk mengikuti program Magang Mandiri.

Pustakawan yang juga inovator Magang Mandiri (MaRi) mengungkapkan, bahwa keberadaan komunitas ini sangat penting agar peserta magang siap mengikuti magang dan siap bekerja jika nantinya mereka disalurkan ke perpustakaan yang membutuhkan.

“Belajar dari rekrutmen sebelumnya, memang ada yang perlu disempurnakan dan diperkuat terkait etika dan pendidikan profesi peserta magang, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat mereka mengikuti magang bahkan saat mereka sudah ditempatkan. Komunitas inilah yang nantinya membekali dan mempersiapkan peserta magang agar siap dan penuh dedikasi dalam bekerja,” ungkap Tulus.

Ketua Komunitas Koma Jip, James Frederich Kurniajaya yang juga Pustakawan STIK Stella Maris Makassar dan Pustakawan Berprestasi Nasional siap membantu mendukung program Inovasi Dinas Perpustakaan Kota Makassar.

“Kami pengurus akan siap membantu menyiapkan peserta Magang Mandiri, termasuk memberikan pembekalan terkait etika dan profesi, agar mereka siap mengikuti magang dan nantinya dapat bekerja dengan baik di perpustakaan yang dituju. Kami juga akan menyiapkan berbagai pelatihan untuk tenaga perpustakaan,” terang James.

Pengurus Koma Jip semua berlatar belakang jurusan Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Komunikadi.

Hadir dalam rapat internal Pengurus Komunitas Koma Jib di Perpustakaan Pater Mathias Wolf STIK Stella Maris Makassar, Senin (22/11/2021) yakni James Frederich Kurnia Jaya, Alumni Pasca Sarjana Manajemen Komunikasi dan Perpustakaan UGM, Syahraeni Eni Alumni Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Unhas, Fauzan Hidayatullah, Dosen LB Ilmu Komunikasi Unhas dan Nur Arifin, Tim Repositori Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

Magang Mandiri (MaRi) adalah inovasi Dinas Perpustakaan Makassar yang memberikan kesempatan kepada para Alumni Jurusan Ilmu Perpustakaan untuk mengikuti Magang di Perpustakaan Umum Kota Makassar, dan selanjutnya mereka akan disalurkan ke berbagai perpustakaan yang membutuhkan, khususnya perpustakaan Slsekolah yang mengikuti program Sentuh Pustaka. Peserta yang ingin mengikuti program Magang Mandiri dapat melakukan pendaftaran di gform : bit.ly/komajip. (TWJ)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL TNI / POLRI

Perkuat Pembinaan Karier dan Organisasi, Sejumlah Pejabat Utama Polda Sulsel Dimutasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sejumlah Pejabat Utama Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mengalami rotasi dan mutasi jabatan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026. Mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier personel, penyegaran kepemimpinan, serta penguatan kelembagaan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian. Kebijakan rotasi jabatan ini […]

Read more
Makassar SULSEL

Masjid Nur Intan dan Bosowa Peduli Gelar Donor Darah Ketiga Tahun 2026

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pengurus Masjid Nur Intan Lestari kembali akan menggelar Donor Darah ketiga ditahun 2026 ini. Rencana akan digelar di dalam masjid pada hari Sabtu, (7/11/2026) usai sholat magrib hingga selesai. Madjid Nur Intan akan berkolaborasi dengan Bosowa Peduli dengan menyiapkan tas sekolah dan paket pangan (beras, gula pasir, minyak goreng, dan terigu). Kehadiran […]

Read more
Artikel Makassar SULSEL

Menulis sebagai Cara Merawat Ingatan*

Oleh: Rusdin Tompo (Penulis, Penggiat Sekolah Ramah Anak, Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) MAKASSAR, EDELWEISNEWS COM – “Satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia,” tulis Malala Yousafzai, aktivis pendidikan yang juga dikenal sebagai penulis. Gadis kelahiran 12 Juli 1997 itu, berasal dari Swat Valley—tempat Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) melarang anak-anak perempuan keluar […]

Read more