Ledakan yang Merawat Ingatan : Baraccung di Malam Takbiran Desa Pandak

LUWU UTARA, EDELWEISNEWS.COM — Malam takbiran di Desa Pandak, Masamba, tak sekadar diisi gema takbir yang berlarian di langit-langit kampung. Ia tumbuh menjadi denyut yang lain—lebih riuh, lebih berani—melalui ledakan suara baraccung yang mengoyak sunyi, sekaligus merajut kebersamaan yang tak kasatmata, 20 Maret 2026

Di antara cahaya obor dan kilau kembang api, sekitar 50 baraccung hadir sebagai penanda bahwa Ramadan benar-benar sampai di ujungnya. Bukan sekadar bunyi, ia adalah bahasa. Bahasa yang diwariskan, dirawat, dan dihidupkan oleh tangan-tangan masyarakat Desa Pandak.

Sejak 1985, tradisi ini tak pernah benar-benar padam. Ia hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Pandak—sebuah desa yang percaya bahwa kebersamaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dinyalakan. Baraccung menjadi simbol dari itu semua: ledakan yang tidak merusak, melainkan mengikat.

Di balik dentumannya, tersimpan filosofi hidup masyarakat Luwu Utara: Sekong Sirendeng Sipomandi—sebuah keyakinan bahwa manusia tumbuh karena saling menopang. Nilai ini tak hanya diucapkan, tetapi dipraktikkan dalam riuhnya malam takbiran. Anak muda, orang tua, bahkan warga dari desa tetangga, melebur dalam satu ruang yang sama: ruang perayaan, ruang persatuan.

“Sejatinya kegiatan ini terjadi sekali setahun dan itu hanya ada di malam takbiran Idul Fitri,” ujar Aryo, salah satu pemuda yang terlibat langsung dalam perayaan itu. Kalimatnya sederhana, tetapi menyimpan makna tentang betapa sakralnya momen tersebut bagi mereka.

Baraccung kini bukan lagi sesuatu yang asing, apalagi tabu. Ia menjelma menjadi seremoni lintas generasi. Dari tangan yang muda hingga yang renta, semua mengambil bagian dalam menjaga nyala tradisi ini tetap hidup.

Ketua Umum Karang Taruna Matappa, Iful, menyebut bahwa malam itu tak hanya milik warga Pandak.

“Kegiatan ini tidak hanya dimeriahkan oleh masyarakat Pandak, tetapi juga masyarakat desa tetangga. Bahkan ada yang harus menempuh jarak yang jauh demi mengikuti dan menyaksikan tradisi Baraccung di desa Pandak,” tuturnya.

Di antara tahun-tahun sebelumnya—malam itu, Pandak seolah berubah menjadi lautan manusia. Dentuman baraccung tak lagi sekadar suara, melainkan gema yang mengundang, memanggil, dan menyatukan. Masyarakat Pandak membuktikan bahwa tradisi, jika dirawat dengan kesadaran, akan selalu menemukan jalannya untuk tetap relevan.

Baraccung adalah api yang menyala di antara manusia—bukan untuk membakar, tetapi untuk menerangi hubungan yang mungkin mulai redup. Adalah pengingat bahwa dalam setiap ledakan, ada harapan untuk tetap bersama.

Baraccung bukan hanya tentang bunyi, nyala, dan teriakan. Tapi, ini soal kerja sama, kerja keras kemudian bahagia. Juga tentang menyambung tradisi yang sejak lama dilaksanakan para pendahulu.

“Kita berharap bahwa tradisi Baraccung ini tidak hanya sampai di Ramadan kali ini, tetapi ia terus terawat sesuai dengan zamannya dan siapa di dalamnya,” tutup Aryo.

Dan malam itu, di bawah langit takbiran, baraccung kembali meledak—bukan hanya di udara, tetapi juga di dalam dada setiap orang yang percaya bahwa kebersamaan adalah tradisi paling abadi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

DLH Makassar Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah, Residu Saja yang Masuk TPA

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, menghentikan secara bertahap sistem pembuangan terbuka (open dumping) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang. Mulai 1 Agustus 2026, TPA hanya akan menerima sampah residu, sementara sampah organik dan anorganik wajib dipilah sejak dari sumbernya untuk diolah atau didaur ulang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy […]

Read more
Makassar SULSEL

IPSI Kota Makassar Kirim 19 Atlet ke Kejurnas Pencak Silat Malang Championship VI

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar kembali menunjukkan keseriusannya dalam membina atlet berprestasi, dengan mengirimkan kontingen untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Pencak Silat Malang Championship VI yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Kota Malang, Jawa Timur. Pada kejuaraan tingkat nasional tersebut, IPSI Kota Makassar menurunkan 19 atlet yang akan bertanding di […]

Read more
Makassar SULSEL

Adhisti Maitza Pranaya Ahmad Raih Juara I Lomba Bertutur Tingkat Kota Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM– Setelah melalui rangkaian seleksi yang berlangsung selama dua hari, Lomba Bertutur Bagi Siswa SD/MI Tingkat Kota Makassar Tahun 2026 akhirnya melahirkan para juara terbaik. Grand Final yang digelar pada Selasa (21/7/2026) di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar berlangsung meriah dan penuh semangat literasi dengan menampilkan 10 finalis terbaik hasil audisi sehari sebelumnya. Kegiatan […]

Read more