Mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Gelar Pementasan dan Bincang Sastra Anak

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Mahasiswa Angkatan Pedagogis Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, punya cara kreatif menutup perkuliahan. Mereka mengadakan Pementasan dan Bincang Sastra Anak, bertema “Membumi dengan Budaya, Melangit dengan Kreativitas”. Kegiatan yang merupakan tugas akhir tersebut, diadakan di Auditorium UIN Alauddin, Samata, Senin (22 Januari 2024).

Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Dr Munawir K, M.Ag, mengapresiasi tema kegiatan ini yang dinilai menarik. Dia melihat semangat mahasiswa yang hadir, sebagai bentuk kreativitas. Penampilan dan acara yang disuguhkan juga sesuai tema kegiatan, yang hendak membumikan budaya dan melangitkan kreativitas.

Munawir menambahkan, sastra memang penting bukan saja karena keindahan bahasanya tapi muatan pesan yang dikandungnya. Banyak sastrawan terkenal bisa menjadi sumber inspirasi, seperti Ibnu Sina, WS Rendra, Chairil Anwar, dan lain-lain. Mereka mengabdikan diri bagi kemanusiaan lewat karya-karyanya.

Karena itu, dia mengaku bangga pada mahasiswa yang menghidupkan karya sastra. Dikatakan, memang penting ketrampilan berbahasa agar dalam menyampaikan ideologi, pikiran, gagasan, pandangan, bukan saja komunikatif tapi juga santun dan indah.

Dia mengingatkan bahwa seseorang itu bisa tergelincir hanya lantaran dalam memilih kata, diksi, atau istilah kurang tepat. Sehingga disarankan kepada mahasiswa, perlu mengakselerasi nilai-nilai sastra bukan saja bagi UIN Alauddin, tapi juga masyarakat diuar kampus. Bila perlu dibentuk paguyuban agar kegiatan kemahasiswaan lebih terorganisasi dengan baik.

Sementara itu, Dosen Pengampu Mata Kuliah Kajian Sastra Anak, Hj Andi Hasrianti, SS, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Pementasan dan Bincang Sastra Anak merupakan tugas akhir mahasiswa. Kegiatan ini diorganisir oleh mahasiswa peserta Mata Kuliah Kajian Sastra Anak. Jadi mereka semua terlibat dalam acara pementasan ini.

Rusdin Tompo, sebagai narasumber dalam bincang sastra anak, memulai materinya dengan mengutip kajian yang dilakukan David McClelland, seorang psikolog sosial yang tertarik pada masalah-maaalah pembangunan. Dia mengkaji dongeng dan cerita-cerita anak di Inggris dan Spanyol.

Dia juga melakukan kajian sejarah pada dokumen-dokumen kesusastraan dari zaman Yunani kuno. Selanjutnya, dia mengumpulkan 1.300 cerita anak-anak dari berbagai negara, dari era 1925 dan 1950.

McClelland berkesimpulan, karya-karya sastra yang menunjukkan optimisme yang tinggi, keberanian untuk mengubah nasib, dan tidak mudah menyerah, akan mempengaruhi anak-anak di masa depannya. Karya-karya sastra semacam itu disebut oleh McClelland mengandung virus “n-Ach” atau the need for achievement (kebutuhan untuk berprestasi).

Menurut Rusdin Tompo, penulis buku yang juga sebagai pegiat Sekolah Ramah Anak, sekalipun ada kebutuhan pada sastra anak, tapi dibutuhkan ketrampilan menguasai teknik penulisan sastra anak, tahu rambu-rambunya, memahami tahap perkembangan anak, dan bisa menangkap sudut pandang anak.

Penulisan dan pembelajaran sastra anak, jelas Rusdin, perlu berbasis muatan lokal, karena untuk memperkenalkan anak-anak pada bahasa ibunya, sekaligus sebagai upaya pelestarian bahasa daerah. Selain itu, sebagai upaya penguatan literasi budaya dan kewargaan. Sastra anak bisa pula jadi metode pembelajaran dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Ketua Panitia, Muh Ilham S mengatakan, tema “Membumi dengan Budaya, Melangit dengan Kreativitas” ini diangkat karena kita hidup di Indonesia yang masyarakatnya sangat beragam. Kita bisa melangit melalui kreativitas sebagai bentuk aktualisasi diri. Sebab tanpa kreativitas, menurutnya, kita bukan apa-apa. Kegiatan ini bagian dari kajian sastra anak yang perlu dirawat dan dikembahgkan. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Sampah Organik dari 14 Pasar Disulap Jadi Pakan Sapi di TPA Tamangapa

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pembenahan kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, tidak hanya menyasar penataan area pembuangan sampah. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga mulai menata keberadaan ternak sapi yang selama ini berkeliaran di kawasan TPA. Sejumlah sapi kini ditempatkan di area penangkaran sementara atau ranch yang telah disiapkan di kawasan TPA Tamangapa. Langkah […]

Read more
Gowa Makassar SULSEL

Kapolresta Gowa Hadir Beri Semangat kepada Pocil yang Tampil di Babak Final

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA menghadiri babak final lomba Polisi Cilik (Pocil) di Mall Phinisi Point, Kota Makassar, Kamis (17/9/2026). Kehadiran Kapolresta Gowa bersama Ketua Cabang Bhayangkari Kota Gowa, Ny. Denny Yusuf, menjadi bentuk dukungan terhadap tim Polisi Cilik binaan Polresta Gowa yang berhasil […]

Read more
LEGISLATIF Makassar SULSEL

Pemkot dan DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar bersama DPRD Kota Makassar menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUPA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Makassar Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama yang berlangsung di Aula Sipakatau, Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (17/9/2026), dan dihadiri jajaran eksekutif serta […]

Read more