Neny Wahyuni Wahab, Guru Penuh Bakat dari SD Negeri Borong Makassar

0
80

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Bakat anak-anak akan tumbuh bila difasilitasi dan diberi ruang untuk berkembang maju. Perlu pula ada orang yang bertindak sebagai talent scouting yang bisa melihat dan memandu bakat anak-anak itu.

Di UPT SPF SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, ada seorang guru yang tak hanya penuh bakat tapi juga punya peran sebagai pemandu bakat. Neny Wahyuni Wahab, S.Pd, nama guru itu, ikut meletakkan dasar bagi anak-anak dalam bidang seni.

Neny Wahyuni Wahab, kelahiran Makassar, 29 Desember 1986, merupakan alumni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Perempuan yang hobi seni dan jalan-jalan ini, mengabdi sebagai guru di SD Negeri Borong sejak Juli 2008. Sebelum jadi wali kelas 1, dia merupakan guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), sejak 2009. Dia mengajar kesenian untuk murid-murid kelas tinggi, yakni kelas 4, 5, dan 6. Kesenian yang diajarkan berupa menyanyi, menari, hingga drumband.

Saat sekolahnya memperingati Hari Kebudayaan, 1 April 2023, misalnya,

Neny Wahyuni Wahab, termasuk salah seorang guru yang ikut mempersiapkan anak-anaknya tampil. Kelasnya tampil membawakan tarian gandrang bulo dan nasyid. Saat itu dia menyampaikan bahwa murid-muridnya baru sehari berlatih bernyanyi. Makanya, mereka bernyanyi belum ada gayanya. Namun rasa percaya diri dan semangat anak-anak besar sekali.

Bu Uni, begitu sapaan akrabnya, punya metode sederhana melatih murid-muridnya bernyanyi. Mula-mulai dia meminta murid-muridnya bernyanyi bersama dengan iringan musik yang terputar melalui speaker aktif. Setelah itu, masih dalam formasi bernyanyi bersama, dia menyodorkan mikrofon ke setiap murid. Dari situ dia mengetahui, anak-anak yang bisa bernyanyi dengan baik, dan yang bisa jadi vokalis utama.

Bu Uni juga ikut mempersiapkan murid-murid SD Negeri Borong saat tampil diajang Festival Seni Teater Cerita Rakyat dan Melodrama Tingkat SD se-Kota Makassar. Kegiatan yang diadakan di main hall Mall GTC Tanjung Bunga, berlangsung pada tanggal 11 Maret 2023. Saat itu, SD Negeri Borong keluar sebagai Juara III. Tantangannya, saat itu, yakni karena anak-anak dituntut bermain peran yang tidak sesuai dengan karakter mereka.

Melalui pesan WhatsApp, Bu Uni menyampaikan bahwa dia memang tertarik pada musik, senang menyanyi dan menari. Itu yang membuat dia menggemari bidang seni.

Karena dia punya basic seni, maka dia bisa melihat potensi yang dimiliki murid-muridnya. Menurutnya, bakat seni anak terlihat ketika mereka senang berdendang atau bernyanyi. Anak-anak yang lahir sebagai generasi digital ini, bisa juga dilihat bakat seninya dari kesenangan mereka membuat konten video atau berfoto yang mengarah ke kesenian. Diakui bahwa dia juga banyak belajar dari teman sejawat dan dari YouTube.

Setiap kali mempersiapkan murid-muridnya tampil, faktor persiapan mental jadi fokus utamanya. Katanya, kondisi siswa menjadi hal utama sebelum pentas, di luar dari itu, properti saat pentas, serta kostum yang sesuai peran, juga perlu dipersiapkan.

Neny Wahyuni Wahab mengaku, peran orang tua dan guru sangat penting dalam pengembangan bakat seorang anak. Anak-anak perlu dibuat nyaman agar PD ketika pentas. Kehadiran orang tua juga akan menyemangati mereka. Perlu pula membuat yel-yel sebelum pentas. Bahkan, katanya, itu wajib dilakukan agar meyakinkan mereka bahwa mereka pasti bisa.

Disampaikan, ada perasaan bahagia, bangga atas setiap capaian yang diraih. Apalagi bila murid-muridnya mendapat juara. Karena itu, dia sangat senang dan selalu berusaha hadir sebagai sosok guru di tengah-tengah mereka.

Sehingga, dia berharap para orang tua, dengan riang hati, dan tidak pernah bosan memberikan support serta menemani di setiap kegiatan anak-anaknya. Semua itu tentu demi pengembangan minat dan bakat anak mereka, baik itu di bidang akademik maupun non akademik.

Penulis : Rusdin Tompo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini