Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Triwulan III 2019 7,21 Persen, Tertinggi di Indonesia

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM  – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah (NA) memimpin rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten / Kota se-Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 15 November 2019.

Pada triwulan III-2019, ekonomi Sulawesi Selatan tercatat tumbuh 7,21 persen (yoy) dan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Adapun Inflasi Sulawesi Selatan pada tahun 2019 diperkirakan berada pada rentang 3,5% +/-1% (tiga koma lima persen, plus minus satu persen).

“Inflasi Sulsel diperkirakan berada di range 3,5 persen, plus minus 1 persen. Namun tetap perlu diantisipasi peningakatan harga menjelang akhir tahun,” kata Nurdin Abdullah.

Pada rapat ini, Ia menekankan untuk diantisipasi peningkatan harga menjelang akhir tahun serta penguatan strategi tim pengendali inflasi daerah dalam jangka panjang.

17 Komoditas yang paling sering menyebabkan inflasi, terdapat empat 4 komoditas utama yang masuk kategori prioritas.

Beras memiliki persistensi yang cukup tinggi (0,54) dengan bobot inflasi 4,81 persen. Selain beras, juga perlu diperhatikan ikan bandeng, daging ayam ras, dan ikan cakalang adalah komoditas pangan yang perlu mendapatkan perhatian karena persistensi yang tinggi disertai bobot yang dominan diabndingkan komoditas lain.

Gubernur mengatakan bahwa pengendalian inflasi perlu dilakukan secara struktural melalui tiga strategi utama: pertama dengan produksi melalui penguatan produksi dan distribusi. Kedua melalui teknologi dengan penguatan riset dan aplikasi teknologi tepat guna. Ketiga, melalui pembiayaan dengan penguatan skim pembiayaan produksi pertanian.

“Yang menjadi masalah besar di petani adalah ketimpangan harga di tingkat petani dan pedagang. Mungkin perlu kita bersama-sama tentu perbankan punya peranan penting. Jangan sampai sejak Indonesia merdeka sistem ijon, penguatan modal melalui rentenir,” papar Nurdin Abdullah.

Demikian juga pemerataan pertumbuhan ekonomi berbasis nelayan dan petani ini akan menghasilkan ekonomi Sulsel yang pada akhirnya mendorong perbaikan inflasi secara struktural.

“Kita harus bersama pimpinan daerah kita sentuh masyarakat kita yang berada di hulu,” katanya.

Kedepan ia berharap tidak lagi mengandalkan cara petik jual, tetapi bagaimana mengolah hasil produksi tersebut sehingga memiliki nilai tambah.

Masalah yang harus ditangani juga disebutkan olehnya. Yakni, pedagang yang menyimpan dan tidak mendistribusi barang ini juga merupakan persoalan.

Nurdin juga membahas soal kelangkaan BBM, termasuk solar. Ia menyampaikan kelangkaan ini diakibatkan sudah terlampaunya. Ia pun telah menyurat ke BP Migas untuk menambah kuota Sulsel. Hal ini terutama untuk memenuhi kebutuhan menjelang natal dan tahun baru.

“Kita berharap dari pertemuan ini kita berhasil menghasilakn inovasi dalam pertumbuhan ekonomi kita dan menekan inflasi kita,” harapannya.

Kegiatan ini dihadiri Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani, para anggota Forkopimda, bupati/walikota dan pimpinan perbankan dan Kepala OJK Regional 6 Sulampua Zulmi dan Ketua MUI Sulsel, KH Sanusi Baco.

Piagam penghargaan juga diberikan kepada Gubernur Sulsel atas kepemimpinannya yang kuat (strong leadership) dalam pengendalaian inflasi daerah, digitalisasi daerah dan kelancaran pengedaran uang rupiah yang diserahkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. (hum)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar TNI / POLRI

Unjuk Rasa : Menjaga Hak, Menegakkan Hukum, Menguji Demokrasi

Oleh: Rais Muin, S.I.K (Peserta Didik (Serdik) Sespimen Angkatan 67 TA 2026, Sespim Lemdiklat Polri) Perubahan Hukum dan Makna Unjuk Rasa Unjuk rasa merupakan bagian penting dari demokrasi: warga menyampaikan kritik, menagih janji, dan mengingatkan negara ketika kebijakan dianggap menyimpang. Karena itu, demonstrasi tidak semestinya dipandang sebagai gangguan yang harus segera dihentikan. Ia adalah hak […]

Read more
Makassar SULSEL

Belajar Karakter Lewat Hewan, SAHABATTA Jadi Budaya Harian UPTD SPF SD Negeri Tamamaung

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – PTD SPF SD Negeri Tamamaung menghidupkan program SAHABATTA yang merupakan akronim dari Sepekan Bersama Hewan Edukatif Tumbukan Karakter Tamamaung. Kepala UPTD SPF SD Negeri Tamamaung, Dr Sarwinah, M.Pd mengatakan, program ini menjadikan sifat‑sifat hewan sebagai cerminan nilai karakter yang dilatih setiap hari sekolah. “Setiap hari memiliki figur hewan dan menjadi akronim kegiatan harian yang dapat menumbuhkan karakter warga SDN Tamamaung, […]

Read more
Makassar SULSEL TNI / POLRI

Ditres PPA dan PPO Polda Sulsel Gelar Patroli Dialogis Dini Hari, Sasar Anak Muda dan Kelompok Rentan

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Personel Subdit III Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sulawesi Selatan melaksanakan patroli dialogis dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayah hukum Polda Sulsel, Sabtu (17/10/2026) dini hari. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 00.25 WITA tersebut dipimpin oleh Kasubdit III […]

Read more