PKUB Kemenag RI Gelar Workshop Bagi Tokoh Perempuan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI melaksanakan Workshop Pengelolaan Manajemen Isu Kerukunan Umat Beragama Bagi Tokoh Perempuan di Hotel Horison Ultima Makassar pada tanggal 13 hingga 15 November 2019.

Kegiatan menghadirkan 100 peserta yang berasal dari tokoh perempuan organisasi masyarakat, seperti dari ormas Aisyiyah, Muslimat NU, Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiyah, Wanita Matakin, Wanita PGI, Wanita Walubi, Wanita PHDI, dan Wanita KWI, baik dari tingkat kecamatan hingga tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara dihadiri juga oleh Kepala PKUB Kemenag RI Dr. H. Nifasri, M.Pd, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel H.Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel Drs.H. Abdul Wahid, SH, MH, Kabid Harmonisasi Umat Beragama PKUB Anwaruddin Ambari, S.Sos, M.PP, Kasubbid Penanganan Isu PKUB Ahmad Heri Faturrahman, SH, MA, Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Sulsel H. Amrullah, SH, MH.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan keilmuan, khususnya dalam hal kerukunan umat beragama serta dapat membawa pesan kedamaian kepada umat lain. Sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Ahmad Heri Faturrahman dalam laporannya dihadapan peserta workshop.

H. Anwar Abubakar yang membuka secara resmi workshop mengatakan, bahwa Sulsel merupakan daerah yang tepat untuk dijadikan laboratorium kerukunan umat beragama, khususnya di daerah Toraja karena sinergitas antar umat beragama sangat baik.

“Sudah sepantasnya pesan-pesan kedamaian akan terasa lebih mengena jika perempuan yang menyampaikannya,” ujar Anwar Abubakar.

Dia berharap setelah kegiatan ini ada program-program selanjutnya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, terkait masalah kerukunan umat beragama.

“Saya berharap kedepannya tidak ada lagi yang menggunakan agama untuk saling menjatuhkan, saling menjelekkan. Agama harus menjadi pemersatu diantara kita sebagai warga negara yang Bhineka Tunggal Ika.”

Workshop ini juga menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, dari Dialog Center UIN Yogyakarta, Kepala PKUB RI, Sekjen Kemenag RI, Kakanwil Kemenag Sulsel serta Kabid di lingkup PKUB Kemenag RI.

Kapus KUB dalam materinya menyampaikan jika sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di negara ini, menjaga toleransi umat beragama serta menjaga nilai-nilai universal yang dijunjung bersama.

“Kita juga berharap bangsa ini menjadi bangsa yang maju, tidak lagi mengurus konflik beragama, konflik etnis. Karena PKUB hanya sebagai fasilitator kerukunan umat beragama. Tugas kita bersamalah sebagai warga negara untuk tetap menjaga kerukunan dan kedamaian di tanah air kita. Tetap berpegang pada empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” pungkasnya. (rls)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more
Makassar SULSEL

ASU PANTING : Rumah Buku SaESA Ajak Publik Menelusuri Ketakutan yang Diwariskan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah Parakang berhasil memancing banyak percakapan tentang ketakutan yang hidup di tengah masyarakat, Rumah Buku SaESA kembali membuka Open Submission Gelar Zine dengan tema yang masih berjalan di lorong yang sama: ketakutan, mitos, dan cerita yang diwariskan tanpa pernah benar-benar diperiksa. Tema itu bernama: Asu Panting. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam […]

Read more
Makassar SULSEL

Penertiban Pallubasa Serigala Jadi Bukti Ketegasan Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Fasum

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mamajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan aturan pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) secara adil tanpa pandang bulu. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penertiban terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum, termasuk lapak tenda Pallubasa Serigala di Jalan Serigala, […]

Read more