SDN Komplek Sambung Jawa Minta Arahan Dinas Perpustakaan Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Menumbuhkan sebuah budaya, termasuk budaya membaca tidak mudah dan pasti membutuhkan proses. Kalau merujuk seperti dikatakan oleh pakar pendidikan, membutuhkan waktu 15 sampai 25 tahun untuk proses tersebut.

Karena itu, budaya baca harus ditanamkan sejak dini, sejak anak-anak duduk dibangku sekolah. Apalagi lebih 1/3 waktu anak-anak dalam sehari atau 8 jam dihabiskan di lingkungan sekolah. Kegiatan literasi yang muaranya di perpustakaan sekolah harus diaktifkan.

“Perpustakaan sekolah harus dihadirkan sesuai Standar Nasional, karena sebagai peletak dasar kegemaran membaca,” ungkap Tulus Wulan Juni dari Dinas Perpustakaan Makassar saat memberikan arahan tentang peran perpustakaan sekolah dan sudut baca kelas di hadapan guru dan tenaga perpustakaan di SD Negeri Komplek Sambung Jawa Kota Makassar, Selasa (25/2/2020).

Selain perpustakaan sekolah yang sesuai standar, juga diperlukan kegiatan penguatan literasi di sekolah seperti Sudut Baca Kelas. Sudut Baca itu perluasan layanan dari perpustakaan sekolah. “Tidak mungkin seluruh anak-anak akan terakomodir di ruang baca perpustakaan sekolah saat jam-jam istirahat atau jam-jam tertentu , karena ada yang daya tampungnya hanya 1-2 kelas. Maka dari itu butuh Sudut Baca Kelas sebagai perpustakaan mini, agar anak-anak bisa tetap asyik membaca di kelas,” imbuhnya.

Hal tersebut juga sebagai implementasi dari program Kemendiknas yakni 15 menit membaca. Buku-bukunya secara berkala nantinya menjadi tugas tenaga perpustakaan sekolah merolling setiap sudut baca kelas. Maka dari itu, perpustakaan sekolah sebagai induknya Sudut Baca harus diperbaiki dulu termasuk keberadaan ketenagaannya.

Pedoman penyelenggaraan perpustakaan sekolah sesuai standar minimal untuk jenis perpustakaan sekolah dasar dan sederajat dapat dilihat di Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 10 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan SD/ MI.

“Saya yakin kalau semua perpustakaan sekolah berperan dengan baik, Insya Allah budaya baca kita akan baik kedepan. Pemimpin itu harus ingat generasi yang akan datang dengan jalan memperhatikan perpustakaan, khususnya perpustakaan sekolah,” tutur Tulus.

Sementara Kepala SD Negeri Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati bersama guru sangat bersemangat menghadirkan perpustakaan sesuai standar dan pengelolaan sudut baca kelas.

“Kami meminta bimbingan dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar melalui program Sentuh Pustaka dan mengharapkan semua guru-guru dan tenaga perpustakaan untuk terus menggalakkan kegiatan literasi di sekolah dan berkelanjutan,” ujar Fatmawati.

Penulis : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

SATUPENA Sulawesi Selatan Donasikan 50 Judul Buku kepada SMA Muhammadiyah Malino

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Rusdin Tompo, Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan, menyerahkan 50an judul buku kepada SMA Muhammadiyah, Malino, Kabupaten Gowa, Sabtu (26 Juli 2026). Buku-buku itu diterima oleh Nur Rahmah dan Nur Salam, siswa kelas XI, di Villa Masagena 3, Batulapisi. Kepala SMA Muhammadiyah, Malino, Surga Yanti, S.Pd.I, M.Pd mengucapkan terima kasih atas bantuan buku-buku yang […]

Read more
Makassar SULSEL

Dampingi Tim Verifikasi, Appi Optimistis Kelurahan Gunung Sari Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut tim verifikasi lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Aula Poltekes, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Senin (27/7/2026). Rombongan tim verifikasi lapangan dipimpin oleh Ketua Tim Penilai Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Provinsi Sulawesi Selatan yang juga merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa […]

Read more
Makassar SULSEL

Untuk Cetak Talenta Digital dan Technopreneur Muda, Komdigi Siap Kolaborasi di MCH Nusantara

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Makassar Creative Hub (MCH) Nabuka Nusantara tak hanya disiapkan sebagai ruang berkumpul dan berekspresi bagi anak muda, tetapi juga diarahkan menjadi wadah pengembangan ekonomi kreatif dan technopreneurship di Kota Makassar. Hal tersebut disampaikan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Rama Krisna Prasetya, saat menghadiri […]

Read more