Setelah Dilantik, Siswa Diktukba 2019 Kecabangan Infantri Siap Jalankan Tugas dan Tanggung Jawab

BONE, EDELWEISNEWS.COM – Danrindam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Leo Agung PS menutup Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri Abit Diktuba TNI AD TA 2019 di lapangan Yudha Wastu Pramuka Dodiklatpur Bancee Rindam, Desa Poleonro, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sabtu (31/8).

Dalam amanat Dankodiklat TNI AD yang dibacakan Kolonel Inf Leo Agung PS, diawali dengan ucapan selamat kepada 412 prajurit siswa yang telah melaksanakan pendidikan dalam keadaan aman dan lancar.

“Jangan cepat merasa puas setelah menyelesaikan pendidikan ini, aplikasikan ilmu yang didapat dalam tugas-tugas kedepan dengan penuh tanggung jawab,” pesan Dankodiklat.

Dankodiklat juga meminta untuk mempedomani beberapa penekanan yang harus dijalankan oleh para Bintara Infanteri tersebut, yakni agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral untuk berpikir dan bertindak.

Berkaitan dengan etika keprajuritan, agar senantiasa mempedomani dan mengamalkan Sumpah Prajurit serta meningkatkan disiplin, loyalitas, pantang menyerah dan rela berkorban dalam setiap pelaksanaan tugas.

Para Bintara Infateri juga diminta Letjen TNI AM Putranto untuk meningkatkan profesionalisme keprajuritan, dengan belajar dan berlatih secara terus menerus guna mewujudkan kesiapan operasional.

Diakhir amanatnya, Dankodiklat menghimbau agar menghindari pelanggaran sekecil apapun dan berbuat terbaik dimanapun bertugas serta berada.

Turut hadir Kabag Diklat Kolonel Inf Sugiatmono, Dansusjur Letkol Arh Zainal Abidin dan para staf maupun Gumil, Persit Kartika Candra Kirana Dodiklatpur serta undangan lainnya.

Penulis : Edi

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more
Makassar SULSEL

ASU PANTING : Rumah Buku SaESA Ajak Publik Menelusuri Ketakutan yang Diwariskan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Setelah Parakang berhasil memancing banyak percakapan tentang ketakutan yang hidup di tengah masyarakat, Rumah Buku SaESA kembali membuka Open Submission Gelar Zine dengan tema yang masih berjalan di lorong yang sama: ketakutan, mitos, dan cerita yang diwariskan tanpa pernah benar-benar diperiksa. Tema itu bernama: Asu Panting. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam […]

Read more
Makassar SULSEL

Penertiban Pallubasa Serigala Jadi Bukti Ketegasan Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Fasum

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Mamajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan aturan pemanfaatan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) secara adil tanpa pandang bulu. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penertiban terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum, termasuk lapak tenda Pallubasa Serigala di Jalan Serigala, […]

Read more