Terkait Jalan Nasional, Propinsi dan Kabupaten / Kota, Ini Penjelasan Dinas PU Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar mengedukasi masyarakat mengenai perbedaan jalan Nasional, Provinsi, serta Kabupaten/Kota, termasuk kewenangan dalam pemeliharaan Drainase.

Jalan Nasional dikelola Kementerian PUPR, mencakup jalan arteri primer, kolektor primer antar provinsi, dan tol. Ciri khasnya marka putih kuning. Drainasenya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Sementara jalan provinsi dikelola Pemerintah Provinsi, menghubungkan ibu kota provinsi dengan kabupaten/kota. Marka jalannya putih saja. Drainasenya ditangani pemerintah provinsi.

Kalau Jalan Kabupaten/Kota dikelola Pemerintah Kabupaten/Kota, menghubungkan ibu kota kabupaten dengan kecamatan/desa. Markanya mirip jalan provinsi, tetapi lebih kecil. Drainasenya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat.

Sebagai tambahan, Mengacu pada SK Wali Kota Makassar No. 1187/KEP/VII/2017, pemeliharaan Drainase dengan lebar di atas 50 cm menjadi tanggung jawab Dinas PU Makassar, sedangkan lebar di bawah 50 cm menjadi tanggung jawab kecamatan setempat untuk memastikan pengelolaan yang lebih efektif.

Sementara itu, Sesuai Peraturan Menteri PUPR No. 05/PRT/M/2019, bahwa pengelolaan Drainase Perkotaan (Kanal) utama di Makassar merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang, bukan pemerintah kota.

BBWS Pompengan-Jeneberang bertanggung jawab dalam penyusunan, pengelolaan, serta pemantauan sumber daya air, termasuk sistem drainase utama perkotaan.

Kepala Dinas PU Makassar Zuhaelsi Zubir mengatakan, bahwa penting untuk memahami perbedaan ini agar masyarakat dapat menyampaikan keluhan atau laporan terkait kondisi jalan dan drainase kepada instansi yang berwenang.

“Mari menjaga infrastruktur jalan dan drainase demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkas Kadis PU Makassar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel SULSEL Takalar

Rusdin Tompo: Literasi Perubahan Iklim dan Positive Journalism

Oleh : Rusdin Tompo (Penggiat Sekolah Ramah Anak, dan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan) Fenomena anak-anak yang ke sekolah membawa mini fan, kelas yang menggunakan kipas angin atau air conditioner (AC), sekolah yang diliburkan akibat kebanjiran dan cuaca ekstrem, sesungguhnya bisa menjadi pintu masuk bagi pembelajaran terkait perubahan iklim. Sebab, fenomena alam yang telah menjadi isu […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Makassar Dorong IMM Berdaya Lewat Urban Farming Lorong hingga Pengelolaan Sampah

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat melalui program konkret berbasis kebutuhan lokal, seperti urban farming hingga pengelolaan sampah. Arahan tersebut disampaikan Munafri saat membuka Darul Arqam Madya (DAM) Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Pengurus Cabang (PC) IMM Kota Makassar […]

Read more
Makassar SULSEL

Gubernur Sherly Tjoanda Belajar Strategi PAD dan Inflasi ke Munafri saat Silaturahmi di Rujab

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Sabtu (28/03/2026). Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum berbagi pengalaman antar daerah, khususnya dalam pengelolaan keuangan […]

Read more