UMB Palopo Tarik Mahasiswa Magang di PT Semen Tonasa


PANGKEP, EDELWEISNEWS.COM – Universitas Mega Buana (UMB) Palopomelaksanakan kegiatan penarikan mahasiswa magang di PT Semen Tonasa pada 02 Februari 2026, sebagai penutup program magang yang telah berlangsung selama tiga bulan, sejak November 2025 hingga Januari 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Andi Alim, SKM., M.Kes selaku dosen pendamping dari Universitas Mega Buana Palopo. Sementara dari pihak PT Semen Tonasa turut hadir Dr. Muhammad Tamrin dan Muh. Ilyas, yang selama ini berperan aktif dalam mendukung dan membimbing mahasiswa selama mengikuti kegiatan magang.

Sebanyak empat mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Mega Buana Palopo mengikuti program magang di PT Semen Tonasa, yakni Nur Amalia, Dea Octovia Rahman, Ummu Syaiful, dan Rahma Inayah Ahmad. Selama magang, mahasiswa memperoleh pengalaman kerja langsung di lingkungan industri, khususnya pada bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta Kesehatan Lingkungan.

Salah satu peserta magang, Ummu Syaiful, menyampaikan bahwa pelaksanaan magang di PT Semen Tonasa memberikan pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, mahasiswa mendapatkan bimbingan lapangan yang baik dan aplikatif, sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis.

Dalam keterangannya, Prof Andi Alim menjelaskan, bahwa pelaksanaan penarikan mahasiswa magang mengalami penyesuaian jadwal. Penarikan yang semula direncanakan pada 31 Januari 2026 dilaksanakan pada 02 Februari 2026 karena tanggal 31 Januari dan 1 Februari merupakan hari libur kerja. Ia juga menyampaikan bahwa pihak kampus akan menindaklanjuti masukan dari PT Semen Tonasa terkait penguatan kerja sama melalui MoU program magang mahasiswa.

Sementara itu, Dr. Muhammad Tamrin menegaskan bahwa komunikasi antara mahasiswa dan pembimbing lapangan tetap terbuka meskipun program magang telah berakhir. Mahasiswa dipersilakan untuk terus berkomunikasi apabila membutuhkan informasi atau pendalaman materi terkait pengalaman magang.

Pada kesempatan tersebut, Muh. Ilyas menerima plakat penghargaan dari Universitas Mega Buana Palopo sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin. Ia berharap agar Universitas Mega Buana Palopo terus mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan magang di PT Semen Tonasa, khususnya pada bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Kesehatan Lingkungan.

Kegiatan penarikan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Universitas Mega Buana Palopo dan PT Semen Tonasa dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis industri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Pendataan Perlinsos Digital di 15 Kecamatan Tuntas, Selanjutnya RT/RW Sisir Warga Belum Terdata

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Makassar memasuki tahap lanjutan setelah proses pendataan oleh agen dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di 15 kecamatan dinyatakan tuntas pada Jumat (21/8/2026). Setelah seluruh wilayah kecamatan didata oleh agen Perlinsos Digital, Pemerintah Kota Makassar kini melibatkan pengurus RT/RW untuk melakukan penyisiran sekaligus verifikasi terhadap […]

Read more
Bone SULSEL TNI / POLRI

Kunker Ke Yon Armed 21/Kawali, Pangdam XIV/Hsn Kobarkan Semangat : Jadikan Latihan Sebagai Kebutuhan, Bukan Beban

BONE, EDELWEISNEWS.COM – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko didampingi Ketua Persit KCK Daerah XIV/Hasanuddin Ny. Renny Bangun Nawoko, melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Batalyon Armed 21/Kawali, yang disambut oleh Komandan Batalyon (Danyon) Armed 21/Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., M.I.P. Kegiatan tersebut juga dihadiri prajurit dan anggota Persit KCk Cabang LIV Yon Armed 21, […]

Read more
Makassar SULSEL

Appi Desak OPD Matangkan Perencanaan, Januari 2027 Program Harus Langsung Jalan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak sekadar menjadi “tukang stempel” dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah. Menurutnya, kepala OPD harus mengetahui secara utuh program yang dipimpinnya, bukan hanya menerima dokumen yang telah disiapkan bagian perencanaan kemudian memberikan tanda […]

Read more