Dialog Publik JMSI Wajo Desak Evaluasi PI Migas 2,5 Persen, Nilai Belum Penuhi Rasa Keadilan bagi Daerah

WAJO, EDELWEISNEWS.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Wajo menggelar Dialog Publik bertajuk “Menyoal Participating Interest (PI) Migas Sulsel 2,5 Persen: Mencari Keadilan bagi Daerah” di Warkop Terminal Kabupaten Wajo, Senin (13/7/2026).

Forum yang menghadirkan unsur pemerintah, BUMD, DPRD, akademisi, dan insan pers itu menghasilkan rekomendasi agar besaran PI 2,5 persen dievaluasi dan dinegosiasikan ulang karena dinilai belum mencerminkan rasa keadilan bagi daerah penghasil migas.

Dalam pemaparannya, Mahfud dari Bapperida Kabupaten Wajo menegaskan, bahwa sektor migas menjadi bagian penting dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya pada aspek ketahanan energi dan keadilan ekonomi.

Menurutnya, target nasional peningkatan produksi migas hingga satu juta barel per hari menjadikan pengembangan Wilayah Kerja (WK) Sengkang memiliki nilai strategis.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 14 sumur gas di Wajo, sebagian masih ditutup sementara dan sebagian lainnya menunggu pengembangan. Selain itu, terdapat usulan penambahan kuota gas kepada SKK Migas. Mahfud menilai skema Participating Interest (PI) masih memiliki proses yang berliku sehingga membutuhkan ruang diskusi yang lebih komprehensif agar menghasilkan solusi yang proporsional bagi daerah.

Sementara itu, Amran S.Sos., M.Si menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus berpijak pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengutamakan kemakmuran rakyat. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi, PI dapat dikelola melalui BUMD, baik berbentuk Perumda maupun Perseroda, dengan pemerintah provinsi memiliki waktu 60 hari untuk menyatakan minat.

Menurut Amran, hingga kini kabupaten masih berada pada posisi mengikuti kebijakan pemerintah provinsi dalam proses PI. Padahal, daerah penghasil seharusnya memperoleh manfaat yang lebih besar.

Ia juga mengingatkan bahwa dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Wajo mencapai sekitar Rp2,95 triliun, daerah membutuhkan sumber pendapatan baru untuk memperkuat fiskal daerah.

Direktur Utama PT Wajo Energi Jaya, H. Norman Dai Basri, mengungkapkan bahwa dalam forum BUMD se-Indonesia, hanya Wajo yang memperoleh penawaran PI sebesar 2,5 persen.

Angka tersebut merupakan hasil negosiasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan SKK Migas.

Norman mengaku pihaknya telah tiga kali melakukan pertemuan dengan Deputi SKK Migas, namun hingga kini proses due diligence yang diberikan waktu selama satu tahun oleh gubernur belum menunjukkan perkembangan berarti sejak 2024.

Ia juga mempertanyakan dasar perhitungan besaran PI 2,5 persen yang dinilai belum memiliki penjelasan yang transparan.

Akademisi Dr. Bau Mallarangeng menjelaskan, bahwa secara regulasi, PI merupakan hak istimewa yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah penghasil migas.

Ia menegaskan bahwa skema PI tidak membutuhkan modal awal karena pembiayaannya terlebih dahulu ditanggung oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Menurutnya, persoalan utama bukan berada pada regulasi, melainkan pada kemampuan daerah membangun nilai tawar melalui kajian bisnis yang kuat.

Ia menilai BUMD baru dapat dikatakan sehat apabila mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Sementara itu, Dr. Andi Muspida menilai media memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan PI Migas.

Ia mendorong lahirnya gerakan bersama agar daerah memperoleh hak sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berpihak kepada masyarakat.

Pada sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan berbagai masukan. Perwakilan KJI, Andi Indra Dewa, meminta seluruh pihak tetap fokus memperjuangkan hak daerah melalui jalur komunikasi dan negosiasi yang komprehensif serta berharap Gubernur Sulawesi Selatan dapat memberikan solusi terbaik.

Anggota DPRD Kabupaten Wajo, H. Mustafa, menegaskan daerah tidak boleh menjadi penonton di negeri sendiri. Ia meminta pemerintah menyiapkan data pembanding yang kuat sebagai dasar dalam melakukan negosiasi besaran PI.

Menanggapi hal itu, para narasumber sepakat bahwa transparansi informasi, kajian kelayakan, penguatan nilai tawar daerah, serta kemampuan negosiasi menjadi faktor penting dalam memperjuangkan PI yang lebih berkeadilan.

Rekomendasi Dialog
Dialog Publik JMSI Wajo menghasilkan tujuh rekomendasi, yakni memperjuangkan peningkatan besaran PI agar memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah, menilai PI 2,5 persen belum memenuhi rasa keadilan bagi Sulawesi Selatan, mendesak evaluasi dan negosiasi ulang terhadap besaran PI, meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengedepankan kepentingan masyarakat Wajo, mendorong transparansi proses penawaran dan pengelolaan PI, mengajak seluruh elemen masyarakat mengawal pengelolaan sumber daya alam secara berkeadilan, serta memperkuat nilai tawar daerah dalam proses negosiasi ulang.

Menutup forum, seluruh peserta menyepakati pentingnya menyamakan persepsi mengenai Participating Interest dan potensi kekayaan migas di Kabupaten Wajo.

Dialog tersebut juga menegaskan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan hak daerah secara konsisten demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang lebih adil.

Penulis : Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Jelajah Sampah Berlanjut di Ujung Pandang, Bukti Komitmen Ketua Dewan Lingkungan Tekan Sampah ke TPA

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, kembali mengajak masyarakat menjadikan pemilahan sampah sebagai budaya yang dimulai dari rumah. Ajakan itu disampaikan saat membuka Jelajah Sampah Kecamatan Ujung Pandang yang berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi titik ke-10 dari rangkaian Jelajah Sampah yang akan dilaksanakan di […]

Read more
Makassar SULSEL

Pererat Sinergi Wujudkan Profesionalisme TNI AD, Pangdam XIV/Hsn Terima Kunjungan Silaturahmi Pangdivif 3/Kostrad

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Kodam menerima kunjungan silahturahmi dari Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3/Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han., bersama rombongan, bertempat di Ruang Tamu Pangdam, Makodam, Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (31/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan […]

Read more
Makassar SULSEL

Wali Kota Makassar Tegaskan Komitmen Wujudkan Makassar Kota Ramah Anak di Hari Anak Nasional 2026

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembangnya. Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Kota Makassar di Hotel Aston Makassar, Minggu (2/8/2026). Dalam arahannya, Munafri mengatakan, perlindungan dan pemenuhan hak […]

Read more