Hasil Survei : Jabar Masih Lumbung Suara Prabowo di Pilpres 2024

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM – Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis survei terkait persaingan elektabilitas calon presiden (Capres) di daerah battlegrounds utama, salah satunya di Provinsi Jawa Barat.

Hasilnya, menunjukkan hegemoni Prabowo Subianto di Provinsi Jawa Barat tidak tergoyahkan dan ia tetap unggul dibandingkan Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan.

“Berdasarkan hasil survei LSN, ternyata Provinsi Jawa Barat alias Tatar Sunda masih menjadi lumbung suara utama Prabowo Subianto sebagaimana pada Pilpres 2014 dan 2019. Dugaan bahwa Anies Baswedan berhasil menggerus kantong-kantong suara Prabowo di tanah Sunda (Provinsi Jabar), tidak terbukti dalam survei LSN kali ini,” ungkap Direktur Eksekutif LSN, Gema N. Bakry dalam konferensi pers LSN, Sabtu (14/1/2023).

Gema menambahkan, saat responden ditanya jika Pilpres dilaksanakan saat ini, sebanyak 58,4% responden di Jawa Barat menyatakan mereka akan memilih Prabowo sebagai Presiden.

Kemudian, disusul dengan suara Anies Baswedan sebanyak 24,8% dan 13,2% suara untuk Ganjar Pranowo.

Untuk itu, dalam kesimpulannya, LSN menyebut bahwa masyarakat Jawa Barat masih menjadi pemilih loyal (loyal voters) bagi Prabowo sekaligus Partai Gerindra.

Selain Jawa Barat, keunggulan serupa juga terjadi di Provinsi Banten, di mana LSN menyebut Prabowo tetap unggul dari Ganjar dan Anies dengan 48,6%.

Itu berarti sosok Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan masih tidak tergoyahkan di Provinsi Jawa Barat dan Banten, sebagai dua lumbung suara utamanya.

“Prabowo Subianto masih belum tergoyahkan hegemoninya di Jawa Barat. Dugaan bahwa Anies Baswedan berhasil menggerus kantong-kantong suara Prabowo di tanah Sunda, tak terbukti dalam survei LSN kali ini. Masyarakat Jawa Barat tetap menjadi pemilih loyal (loyal voters) bagi Prabowo sekaligus juga bagi Partai Gerindra,” imbuh Direktur Eksekutif LSN Gema N Bakry, dalam konferensi pers virtual tersebut.

Sementara pada wilayah Jawa Timur, elektabilitas Prabowo dan Ganjar bersaing ketat. Namun, Prabowo tetap berada teratas dengan angka 42,1% dan Ganjar 41,9%. Lalu disusul Anies sebanyak 13,5% dan belum memilih 2,5%.

Untuk diketahui, survei LSN dilakukan pada tanggal 2-11 Januari 2023 di enam provinsi yang ada di seluruh Pulau Jawa, dengan total responden sebanyak 810. Sampel diambil secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Sementara itu, pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka.

Penulis : Usman

Editor. : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar Nasional News

Wali Kota Munafri Paparkan Strategi Makassar Keluar dari Krisis Sampah di Forum UCLG ASPAC

DEPOK, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan strategi komprehensif Pemerintah Kota Makassar dalam mengatasi persoalan persampahan pada kegiatan City-to-City Learning and Innovation Lab: Waste Management Practices. Forum tersebut diselenggarakan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) di The Margo Hotel Kota Depok, Selasa (28/7/2026). Mempertemukan pemerintah daerah se-Indonesia untuk berbagi praktik […]

Read more
Jakarta

Jejak Teruji, Petahana Hasrul Hasan Kembali Terpilih Jadi Komisioner KPI RI

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menyetujui dan mengesahkan sembilan nama komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat untuk periode masa jabatan 2026–2029. Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Paripurna DPR RI yang menindaklanjuti laporan hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilakukan oleh Komisi I DPR RI. […]

Read more
Jakarta Nasional News

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

JAKARTA, EDELWEISNEWS.COM — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerintahan Prabowo Subianto mendapat pengakuan positif dari masyarakat internasional. Hal ini dapat dilihat dari kunjungan Presiden Belarusia Aleksander Lukashenko, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, serta Perdana Menteri India Narendra Modi dalam waktu yang berdekatan. Kunjungan Lukashenko dilakukan pada 2-4 Juli 2026, diikuti kunjungan Wong (6 Juli), […]

Read more