Kemkominfo Siapkan Mesin Ais untuk Monitoring Isu Publik hingga ke Skala Lokal

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah menyiapkan Mesin Pengais (crawling) atau Ais untuk cakupan yang lebih besar. Bahkan hingga ke skala lokal atau di Makassar.

Jika sebelumnya Ais hanya menyasar konten negatif sebagai langkah untuk menangkal konten-konten negatif di internet, maka sasarannya diperluas.

Upaya ini sebagai bagian dalam mendorong sikap responsif kementerian, lembaga, hingga pemda untuk memonitoring isu publik di wilayahnya masing-masing.

Akademisi Perkembangan Teknologi Komunikasi, Universitas Indonesia Irwansyah mengatakan, monitoring isu publik itu telah dituangkan dalam Permen Kominfo. Dan lebih tegas bahwa bagi SKPD mesti memiliki semangat demokratisasi yang sehat.

“Dengan begitu pemerintah itu aktif dan responsif. Bukan karena ada isu baru bergerak. Nanti seperti pemadam kebakaran saja,” kata Irwansyah yang didaulat sebagai pemateri di sela-sela Forum Diskusi Hasil Kajian Pelaksanaan Monitoring Isu Publik Tingkat Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah, di Makassar, Selasa (5/12/2023).

Pihaknya pun mengakomodasi Mesin Ais atau Aplikasi itu yang dapat mencakup isu publik lebih cepat yang sayangnya sejauh ini belum digunakan untuk layanan monitoring.

Pria lulusan Program Doktor UI ini juga menuturkan, efisiensi terhadap anggaran pun akan banyak terpangkas. Lantaran lebih sedikit terpakai dan dipakai untuk pengembangan.

“Jika sinerginya lebih luas dan besar atau dipakai ke berbagai ke provinsi, kementerian dan lembaga, maka salah satu hal yang bisa diefisiensi ialah bajet.
Jadi kalau bajetnya juga diefisiensikan dan dikumpulkan untuk pengembangan mesin ini maka bisa menaungi semua bahkan coverage-nya sampai isu lokal,” jelasnya.

Isu publik, lanjut dia, bukan hanya yang biasa kita lihat sehari-hari, tetapi bahkan isu kesehatan seperti stunting dan lainnya dinaungi semuanya.

Apalagi, masing-masing akan menambahkan fitur yang sudah ada di arsip-arsipnya sehingga terjadi sinkronisasi.

Lagi, dia mencontohkan, Sulsel memiliki semangat lokalitas yang tinggi maka bahasa lokal Makassar pula dapat diarsipkan dan mendapatkan layernya. Ide dan implementasinya ditargetkan tahun depan.

Sementara itu, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Dirjen IKP Kominfo RI Hasyim Gautama mengatakan dengan diskusi ini diharapkan mendapatkan solusi yang tepat agar mengurangi gap-gap yang saat ini masih ada.

“Kami yakin pada tahap ini semuanya dapat berjalan baik dan lancar dan bagaimana itu dibuat lebih responsif,” harapnya.  (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Tiga Hari Turun Ke Jalan, Kodam XIV/Hasanuddin Bagikan 150.000 Masker untuk Lindungi Masyarakat dari Dampak Karhutla

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kodam XIV/Hasanuddin membagikan 150.000 masker kepada masyarakat Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan langkah nyata Pangdam Mayjen TNI Bangun Nawoko dalam melindungi kesehatan masyarakat, dengan melibatkan satuan jajaran Kodam XIV/Hsn yang bergerak secara serentak di berbagai titik strategis, mulai […]

Read more
Gowa SULSEL

Persempit Ruang Penyalahgunaan Narkotika, Polresta Gowa Sisir Sejumlah Tempat Hiburan

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Komitmen Polri Bersama Masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat Polresta Gowa. Melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan cipta kondisi, personel gabungan Polresta Gowa menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan penyalahgunaan narkotika, Sabtu (17/10/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 22.00 WITA tersebut dipimpin Kasatresnarkoba Polresta […]

Read more
Kalimantan Makassar

Aliyah Mustika Ilham Promosikan Kekayaan Budaya, Kuliner, dan Wisata Bahari Makassar di APEKSI 2026

SINGKAWANG, EDELWEISNEWS.COM – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, dan potensi wisata bahari Kota Makassar dalam kegiatan APEKSI Rembuk Kebudayaan Kota Kita Singkawang melalui sesi Leaders Talk bertema “Mengenal dan Mempromosikan Warisan Kota, Menolak Lupa, Menolak Runtuh, Menolak Punah”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Singkawang, Jumat (16/10/2026), dan dihadiri […]

Read more