Prof Sukardi Weda Terbitkan Buku Autobiografi Motivasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM.- “Buku yang saya tulis sendiri ini, menceritakan secara gamblang tanpa ada yang ditutup-tutupi. Karena itu merupakan kisah nyata, yang sudah memberikan pengalaman dan pembelajaran berharga bagi saya,” ungkap Sukardi Weda dalam prakata bukunya, PROFESOR PEMBELAJAR, Autobiografi Motivasi.

Guru Besar pada Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) ini sengaja menghadirkan buku autobiografinya untuk berbagi kepada generasi muda dan para orang tua. Agar berhasil, tulisnya, dibutuhkan kerja keras dan motivasi tinggi, serta jangan lupa berdoa sebagai orang beragama.

Peraih beasiswa Ford Foundation International Fellowship Program, pada tahun 2003-2006 itu, dalam bukunya berpesan bahwa ikhtiar batin dan ikhtiar lahir harus sejalan seirama. Penulis telah membuktikan bahwa atas kerja keras dan doa, serta mendekatkan diri pada Allah Swt, seseorang akan menggapai cita-citanya, setinggi apa pun cita-cita itu.

“Meskipun saya berasal dari keluarga yang tergolong kelompok miskin, tapi saya dapat meraih kesuksesan sebagai Guru Besar,” lanjut pria kelahiran Desa Kampung Baru Labempa, Parepare, tahun 1969 itu.

Buku yang diterbitkan penerbit Pakalawaki, tahun 2023 ini, diberi judul PROFESOR PEMBELAJAR, karena memang faktanya demikian. Gelar akademik yang disandang Prof. Sukardi Weda, merupakan indikatornya. Namun, bukan itu yang menarik dari buku ini, melainkan kisah “Seorang Anak Miskin dengan 6 Gelar Magister dan Menjadi Guru Besar”.

Sukardi Weda dalam bukunya mengakui, dia berasal dari keluarga miskin, yang sulit mengakses pendidikan, dan dari keluarga dengan kedua orang tua yang tidak pernah mengenyam pendidikan dasar, tidak bisa baca tulis. Namun dengan kesungguhan dan tekad yang bulat untuk meraih masa depan gemilang, dia mampu membalikkan keadaan.

Sukardi Weda pernah menjadi komisioner KPID Sulawesi Selatan, 2 periode. Pernah pula menjabat sebagai Ketua Program Studi Sastra Inggris, 2 periode, jadi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FBS UNM, dan jadi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM, 2020-2022.

Selain itu, dia aktif di sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), organisasi profesi, lembaga pers, dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

“Untuk meraih cita-cita, tidak perlu seseorang itu kaya dan memiliki materi berlebih, tetapi yang diperlukan adalah motivasi, kesungguhan, dan tekad bulat,” ungkapnya dalam buku.

Dalam buku ini, ada sejumlah tokoh yang memberikan apresiasi pada Sukardi Weda. Mereka adalah Prof Arismunandar (Ketua ICMI Orwil Sulawesi Selatan dan Rektor UNM, periode 2008-2012 & 2012-2016), Prof Hafied Abbas (Ketua Senat Universitas Negeri Jakarta) dan Ketua Komnas HAM, periode 2014-2015) dan Dr. Adi Suryadi Culla (Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan).

Buku setebal lebih 160 halaman ini, disunting oleh Rusdin Tompo, pegiat literasi yang beberapa tahun belakangan memantapkan diri berprofesi sebagai penulis. Melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 8 Juli 2023, dia berbagi cerita seputar pengerjaan buku ini.

“Niat untuk mendorong Prof Sukardi Weda punya buku tentang kisah hidupnya sudah muncul begitu saya mendapat kabar beliau dilantik sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Negeri Makassar. Niat itu muncul lantaran saya mengenalnya, dan sedikit tahu tentang bagaimana beliau bersusah payah untuk kuliah hingga punya banyak gelar akademik,” cerita Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Provinsi Sulawesi Selatan itu.

Akhirnya, pada Senin, 30 Mei 2022, Rusdin Tompo berkesempatan bertandang ke kantor Sukardi Weda, yang saat itu masih berkantor di lantai 6 Menara Pinisi, di Jalan A.P. Pettarani. Dia kemudian melihat suasana ruangan dan aktivitas WR III dari dekat. Sambil meladeni mahasiswa, keduanya mengobrol tentang SATUPENA dan kegiatan penulisan.

Biskuit Khong Guan dan air mineral menemani obrolan keduanya. Mahasiswa yang datang menemui WR III juga dipersilakan mencicipi biskuit legendaris tersebut, yang memang disuguhkan untuk para tamu. Saat itulah, dia meminta Sukardi Weda menulis autobiografi. Diskusi kecil terkait rencana buku itu, yang menahan dia cukup lama berada di ruangan itu. Padahal, beliau lagi sibuk-sibuknya. Namun, dengan tetap memberikan layanan ke mahasiswa yang datang—sesuai keperluan mereka—kedua mencoba merumuskan seperti apa buku itu nantinya, kalau jadi ditulis. Meski sempat ter-pending, rencana itu kemudian terwujud.

Dalam buku PROFESOR PEMBELAJAR ini, tergambarkan dengan jelas bagaimana seorang Guru Besar tak henti belajar. Beliau tak sebatas hanya membaca teks tapi juga konteks dan mengikatnya menjadi makna, dalam wujud karya dan amalan sosial lainnya.

“Itulah hakikat perintah IQRA. Beliau membaca, mendengar, berbicara dan memproduksi gagasan-gagasannya dalam bentuk tulisan, serta mengamalkannya dalam kehidupan, sebagai ciri seorang akademisi, intelektual, dan cendekiawan,” tulis Rusdin Tompo, dalam catatannya sebagai editor.

Itulah mengapa, buku ini layak disebut sebagai buku motivasi yang diharapkan dapat memberi inspirasi bagi pembacanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Wali Kota Appi Sapa Warga Pulau Lanjukang Hingga Aksi Hijau di CPI Bareng Kepala BKN dan Wagub Sulsel

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Hari libur, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memanfaatkan untuk tetap menyapa masyarakat sekaligus menjalankan sejumlah agenda yang telah terjadwal. Selasa (25/8/2026) pagi hingga siang, Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, mengawali aktivitasnya dengan menyambangi Pulau Lanjukang. Orang nomor satu di Kota Makassar itu meluangkan waktu untuk bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan warga. Kedatanganya […]

Read more
Makassar SULSEL

Pemkot Makassar Perkuat Sarana Persampahan, Armada Ditambah dan Mesin Pengolah Sampah Disiapkan

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat fasilitas pengelolaan persampahan dengan memastikan dukungan sarana dan prasarana pengangkutan sampah tetap berjalan di tengah tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari. Hingga tahun 2026, dukungan armada persampahan Kota Makassar terdiri dari berbagai jenis kendaraan, mulai dari motor roda tiga, armada Tangkasaki, dump truck, arm roll […]

Read more
Makassar SULSEL

Appi Geram Data Iuran Sampah Tak Seragam, Camat dan Lurah Diminta Turun Cek Ulang di Rumah Warga

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengultimatum seluruh camat untuk memastikan validitas data penerima program iuran sampah gratis. Sekaligus kejelasan jadwal pasti pembuangan dan pengangkutan sampah di masing-masing wilayah. Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat memimpin Rapat Koordinasi Bersama Seluruh Camat terkait Evaluasi Penanganan Sampah di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (24/8/2026). Pada kesempatan […]

Read more