Tekan Penyebaran Covid -19, Pj Walikota Makassar dan Bupati Gowa Saling Berbagi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Sebagai dukungan kepada Pemerintah Kota Makassar dalam percepatan penanganan penyebaran Covid 19, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menemui Pj Walikota Makassar Prof. Rudy Djamaluddin di ruang kerja Walikota Makassar, Jumat (10/7/2020).

Kunjungan Adnan menemui Prof Rudy dalam rangka menyerahkan bantuan masker kepada Pemerintah Kota Makassar, yang akan menerapkan Perwali No 36 tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid 19) di Kota Makassar.

Adnan mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Gowa telah meluncurkan program sejuta masker bagi warganya. Hal ini merupakan kebijakan Pemkab Gowa yang diatur dalam Perda Kabupaten Gowa, untuk mendisiplinkan warganya menggunakan masker di masa Pandemi Covid -19 .

“Hanya dalam jangka tujuh hari sejak dicanangkannya program sejuta masker, kami telah mengumpulkan 1, 2 juta lembar masker hasil dari swadaya masyarakat, baik pengusaha maupun dari lingkup SKPD Pemkab Gowa sendiri. Hasil dari pengumpulan masker ini akan dibagikan selain ke masyarakat kita, kita bagikan juga di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa, termasuk di Kota Makassar,” ujar Adnan.

Adnan menambahkan, untuk saat ini sektor ekonomi paling merasakan dampak adanya pandemi ini, namun dengan program sejuta masker yang digagas Pemkab Gowa melibatkan Usaha Mikro Kecil Menengah terbukti dapat memberikan tambahan penghasilan kepada pelaku usaha UMKM tersebut.

Pj Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin menyambut baik kedatangan Bupati Gowa Adnan ke Pemkot Makassar Dia berharap kunjungan Adnan dapat mempererat kerjasama antara dua wilayah yang saling bertetangga. Apalagi pekan ini Pemkot Makassar memberlakukan pembatas keluar masuk wilayah Kota Makassar, sebagai langkah strategis Pemkot Makassar dalam memutus mata rantai covid 19.

“Sebagai wilayah yang bertetangga dengan Makassar, Kabupaten Gowa mempunyai peran yang sangat strategis. Karena menjadi daerah penyanggah bagi warga yang ingin keluar masuk ke Kota Makassar. Apalagi saat pemberlakuan pembatasan keluar masuk wilayah diterapkan, Pemkot Makassar dan Pemkab Gowa mampu saling bersinergi dan bekerja sama untuk memutus mata rantai Covid – 19 ini,” terang Prof Rudy.

Dalam pertemuan tersebut kedua pimpinan daerah bertetangga saling bertukar bantuan, Prof Rudy Djamaluddin mendonasikan 700 alat rapid test ke Pemkab Gowa, sedangkan Bupati Gowa Adnan menyerahkan bantuan 150.000 lembar masker ke Pemkot Makassar. (hum)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Kapolres Gowa dan Jajaran Ucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si beserta staf dan seluruh jajaran Polres Gowa menyampaikan ucapan Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang diperingati pada Rabu (20 Mei 2026). Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk […]

Read more
Gowa SULSEL

Satlantas Polres Gowa Dukung Penataan Parkir Lewat Survei Gabungan

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gowa melaksanakan pendampingan kegiatan survei terhadap sejumlah bangunan yang tidak memiliki lahan parkir, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gowa dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Sulsel dan dipimpin langsung […]

Read more
Makassar SULSEL

Warga Tamalanrea Menolak Jadi “Tumbal” PSEL, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Rencana Pemerintah Kota Makassar memindahkan lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ke Kecamatan Tamalanrea menuai gelombang penolakan dari masyarakat. Warga Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, menyatakan keberatan karena lokasi pembangunan dinilai terlalu dekat dengan permukiman dan berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan serta lingkungan. Penolakan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan antara […]

Read more