UPRI Makassar Telorkan 710 Alumni

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Universitas Pejuang RI (UPRI) Makassar menggelar Dies Natalis ke – 60 dan wisuda sarjana di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Kamis (26/12/2019).

Pada momen ini, UPRI Makassar menelorkan 710 alumni yang berasal dari 13 program studi dengan 5 fakultas yang ada di kampus kuning tersebut.

Rektor Dr. H. Abd. Aziz DP, SH, MH dalam laporan rapat senat terbuka luar biasa menegaskan terkait tantangan di Era Revolusi Industri 4.0.

“Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0 makin berat, terutama perguruan tinggi swasta, termasuk UPRI. Karenanya, tanpa memiliki keunggulan tertentu, maka perguruan tinggi akan kehilangan daya saing dan jati dirinya,” terang Aziz, DP.

Lanjutnya, sejalan dengan itu, maka salah satu langkah yang perlu dilakukan diantaranya, membangun sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki pengetahuan dan skil yang relevan. Termasuk technical and funcational skill agar mampu mendapat pekerjaan yang layak dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Dalam menghadapi dunia yang berkembang ini, menjadi semakin kompleks dengan kecepatan perubahan yang semakin pesat. Revolusi perangkat lunak telah mentrasformasikan kegiatan ekonomi, dengan sebagian pekerjaan yang ada akan digantikan oleh otomatic-otomatisasi.

“Pergeseran ini niscaya menuntut sistem pendidikan untuk turut berevolusi dalam memperbaiki diri,” imbuh Rektor UPRI.

Pendidikan tinggi di Indonesia terus mengalami perkembangan. Jumlah institusi pendidikan tinggi saat ini kurang lebih 4.700, baik negeri maupun swasta. Namun, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi masih 34,58 %, artinya masih ada sekitar 65 % anak usia kuliah tidak mampu mengeyam pendidikan tinggi.

“Universitas Pejuang Republik Indonesia ( UPRI) Makassar siap menampungnya,” tega Aziz DP.

Dalam wisuda ini, pihak universitas juga menetapkan wisudawan terbaik tingkat universitas.

Sari Nurul Aisyah ditetapkan sebagai lulusan terbaik dari Program Studi Kesehatan Masyarakat ( Kesmas), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan berhasil menyelesaikan kuliah dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,80. Suasana cukup mengharukan dan semua mata tertuju kepada wisudawan terbaik tersebut.

Menariknya lagi, Mega salah satu alumni yang wisuda hari ini yang juga merupakan anak dari Rektor Universitas Papua didaulat untuk memberi sambutan.

Hadir dalam acara wisuda ini, Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma Makassar, Dra. Halijah Nur Tinri, M.Si, Sekretaris Pelaksana Layanan DIKTI Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo.

Penulis : Adrianti

Editor. : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Haji Makassar SULSEL

Bersama Menhaj RI, Munafri Sambut Jemaah Haji Kloter 17 Debarkasi Makassar

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendampingi Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyambut kepulangan Jemaah Haji Kloter 17 Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6/2026). Kloter 17 terdiri atas jemaah asal Kota Makassar, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bone. Ratusan jemaah diterima secara resmi dirangkaikan dengan prosesi […]

Read more
Gowa SULSEL

Wujudkan Suasana Kondusif, Unit Turjawali 1 Samapta Polres Gowa Laksanakan Patroli Humanis ke Gereja

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Unit Turjawali 1 Satuan Samapta Polres Gowa melaksanakan patroli kota dengan menyambangi sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Gowa, Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Kegiatan patroli tersebut dilakukan secara humanis dengan mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif […]

Read more
Bulukumba SULSEL

Melihat Indonesia dari Jejak Kekerasan yang Terus Diwariskan

BULUKUMBA, EDELWEISNEWS.COM – Di negeri yang gemar merayakan slogan persatuan, kekerasan sering kali hadir sebagai bahasa yang paling fasih digunakan. Ia muncul dalam berbagai bentuk. Kadang berupa pukulan yang terlihat jelas. Kadang menjelma menjadi kebijakan, stigma, penggusuran, pembungkaman, hingga ketimpangan yang dibiarkan tumbuh tanpa pertanyaan. Indonesia hari ini sedang mempertontonkan banyak wajah kekerasan. Sebagian berlangsung […]

Read more