PPDB SMA/SMK Resmi Ditutup Pukul 16.30 Wita Hari Ini, Jumlah Pendaftar Capai 127.624 Orang

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK se – Sulawesi Selatan resmi ditutup tepat pukul 16.30 Wita hari ini, Jumat (3/7/2020), setelah diperpanjang 30 menit.

“Proses pendaftaran sudah kami tutup,” kata Koordinator IT PPDB Disdik Sulsel, Dra. Hj. Andi Hidayati, M. Pd ketika ditemui di Posko Helpdesk Panitia PPDB di Gedung Guru Disdik Sulsel.

Namun menurutnya, proses verifikasi masih berlangsung pada sejumlah sekolah. Hingga pukul 16.30 Wita, data yang dirilis Tim IT PPDB Disdik Sulsel untuk semua jalur sudah mencapai 127.624 pendaftar, sementara jumlah yang disetujui (lolos) sebanyak 101.419 orang. Sementara jumlah pendaftar yang ditolak sebanyak 25.152 pendaftar, dan hingga pukul 18.30 Wita masih ada sekitar 1.053 sementara diverifikasi.

Penanggung jawab data Tim IT PPDB Disdik Sulsel, Firdausi Topuriti, SE memaparkan, distribusi data per jalur pendaftaran. Untuk jalur Boarding School, kata Uci, panggilan akrab Firdausi Topuriti, jumlah pendaftarnya mencapai 1.594 orang, yang diterima 867 orang, ditolak 721 orang. Afirmasi jumlah pendaftar 7.237, diterima 6.089 orang, jumlah ditolak 1.004, sementara verifikasi 144 orang.

Sedangkan jalur perpindahan orang tua/wali jumlah pendaftarnya hanya 473 orang, disetujui 323 orang, jumlah yang ditolak 144 orang dan sedang verifikasi 6 orang. Jalur Prestasi Akademi jumlah peminatnya mencapai 22.428 orang, yang disetujui 15.748 orang, ditolak 6.486 orang, sedang verifikasi 194 orang. Prestasi non akademi sebanyak 1.698 orang, jumlah yang lolos 1.251 orang, jumlah yang ditolak 429 orang, sedang verifikasi 18 orang.

Untuk jalur zonasi jumlah pendaftarnya mencapai 53.176 orang, disetujui sebanyak 43.318 orang, jumlah yang ditolak 9.412 orang, dan sedang verifikasi 446 orang.

Sementara jumlah pendaftar SMK sebanyak 41.018 orang, yang diterima 33.823 orang, ditolak 6.956 orang dan sedang verifikasi 239 orang.

Koordinator IT PPDB, Andi Hidayati mengakui, jumlah aduan di hari terakhir pendaftaran PPDB jenjang SMA dan SMK meningkat tajam. Calon siswa baru bersama orang tuanya memadati Posko Helpdesk Panitia PPDB Disdik Sulsel. Sebagian besar, kata Andi Hidayati, mereka minta diresetkan karena ada kesalahan dalam pengisian pilihan sekolah dan juga pilihan jurusan.

“Kendati membludak, mereka tetap dilayani dengan baik dan memperhatikan protokol kesehatan, terutama menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk ruangan,” pungkas Andi Hidayati. (hum)

Editor : Jesi Heny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar SULSEL

Kapolres Gowa dan Jajaran Ucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si beserta staf dan seluruh jajaran Polres Gowa menyampaikan ucapan Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang diperingati pada Rabu (20 Mei 2026). Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk […]

Read more
Gowa SULSEL

Satlantas Polres Gowa Dukung Penataan Parkir Lewat Survei Gabungan

GOWA, EDELWEISNEWS.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gowa melaksanakan pendampingan kegiatan survei terhadap sejumlah bangunan yang tidak memiliki lahan parkir, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gowa dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Sulsel dan dipimpin langsung […]

Read more
Makassar SULSEL

Warga Tamalanrea Menolak Jadi “Tumbal” PSEL, Desak Pemerintah Pusat Tinjau Ulang Lokasi

MAKASSAR, EDELWEISNEWS.COM — Rencana Pemerintah Kota Makassar memindahkan lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ke Kecamatan Tamalanrea menuai gelombang penolakan dari masyarakat. Warga Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, menyatakan keberatan karena lokasi pembangunan dinilai terlalu dekat dengan permukiman dan berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan serta lingkungan. Penolakan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan antara […]

Read more